Skip to content

Bagaimana proses transformasi organisasi kamu?

Melihat penggusuran beragam Aset PT. KAI membuat ingatan kembali ke tahun 2009 kala Kereta Api Indonesia memulai transformasinya dibawah tokoh transformatif Ignatius Jonan. Juga teringat konsep “Innovator’s Dillema”, yang besar akan kalah meski Ia merasa berinovasi, kalah dari mereka yang melakukan inovasi disruptif.

Sebagai penduduk di

Kota tempat PT.KAI berpusat, kami melihat langsung perubahannya, yang sangat terasa diawal adalah perubahan mindset orang-orangnya, jelas bergerak dari product oriented jadi customer oriented. Bisnisnya berkembang pesat setelah menjadi sebuah User Centric Company.

Sebelumnya KAI bekerja berdasarkan produk yang dimiliki & tidak memikirkan apa yang dibutuhkan pelanggan. Perubahan mindset adalah proses panjang, bukan sulap yang bisa dikerjakan dalam semalam. Dirawat dalam kesehariannya, & dikerjakan tiap hari, maka perubahan lain yang terlihat adalah kumpulan action setiap hari.
Melahirkan outcomes!

Lanjutnya adalah konsistensi, upaya paling memantang sambil menemukan ramuan model bisnis yang menyeimbangkan Desirability – Feasibility – Reability yang pas menjadi perjalanan perbaikan panjang melahirkan keberhasilan transformasinya.

Hal menarik juga adalah Agile Leadership yang diterapkan, Action speaks louder than words, tidak boleh ada kepentingan pribadi dalam tugas. Leader langsung tampil di lapangan, turun ke lapangan & merasakan persoalan yang ada & memberi contoh.

Jika merujuk pada proses difusi inovasi, contoh KAI persis sama yakni terdiri dari tiga kelompok besar pegawainya 1) Enggan berubah, 2) Bingung, dan 3) Ingin berubah.

Transformasi diurai dalam roadmap perubahan selama lima tahun, dan konsistensinya membuahkan 95% jadi pegawai mau berubah.

Kepemimpinan adalah tentang memberi contoh, merasakan pada setiap aspek teknis yang bermasalah, hingga dibungkus menjadi kebijakan. Hal yang lebih menarik sebenernya adalah keberhasilannya memastikan keberlanjutan, melahirkan legacy organisasi yang tidak tergantung pada pihak lain & kaderisasi profesional. Jadi ketika perlahan asset-asset KAI menjadi jauh lebih baik, ini adalah buah kerja keras transformasinya.

Bagaimana proses transformasi organisasi kamu?